Jumat, 17 April 2026

Harga Emas Hari Ini, Rabu 29 Oktober di Pasar Spot Usai Anjlok Tiga Hari Beruntun

Dao Ming - Rabu, 29 Oktober 2025 08:30 WIB
Harga Emas Hari Ini, Rabu 29 Oktober di Pasar Spot Usai Anjlok Tiga Hari Beruntun

Harga emas di pasar spot menguat pada awal perdagangan Rabu (29/10/2025) setelah tiga hari berturut-turut mengalami tekanan, seiring meningkatnya selera pasar terhadap aset berisiko di tengah optimisme tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot naik 0,42% atau 16,02 poin ke level US$3.968,16 per troy ounce, setara sekitar Rp2,11 juta per gram pada pukul 07.24 WIB.

Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS melemah 0,12% atau 4,6 poin ke level 3.978,5 per troy ounce.

Logam mulia ini diperdagangkan dalam kisaran sempit menjelang pertemuan yang dijadwalkan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Washington bersedia mencabut sebagian tarif impor jika Beijing memperketat pengawasan terhadap ekspor bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan fentanyl.

Prospek kesepakatan antara dua ekonomi terbesar dunia ini menambah sentimen positif di pasar, disertai dengan reli saham teknologi yang memperkuat optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan.

Setelah reli tajam yang sempat membawa harga menembus rekor di atas US$4.380 pekan lalu, emas kini terkoreksi cukup dalam—meski dianggap wajar setelah lonjakan harga yang terlalu cepat.

Sepanjang tahun ini, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 50%, didukung pembelian besar-besaran oleh bank sentral serta tren "debasement trade", strategi investor yang menghindari surat utang dan mata uang negara untuk melindungi kekayaan dari risiko defisit fiskal yang melebar.

Lonjakan harga emas juga memicu arus dana besar ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis emas, meski dukungan itu mulai memudar.

Data Bloomberg menunjukkan investor menarik sekitar US$1 miliar dari SPDR Gold Shares milik State Street pada Senin, menjadi penarikan harian terbesar semenjak April lalu.

Secara keseluruhan, kepemilikan investor di ETF

emas mencatat penurunan tajam dalam enam bulan terakhir.

Kenaikan pesat harga emas dan koreksinya menjadi topik utama konferensi tahunan logam mulia London Bullion Market Association (LBMA)

di Kyoto pekan ini. Sentimen pasar tetap optimistis, dengan survei terhadap 106 peserta memperkirakan harga emas dapat menembus hampir US$5.000 per troy ounce dalam setahun ke depan.

Kepala Riset Pepperstone Group Ltd. Chris Weston mengatakan harga emas masih mencetak titik support, sementara bertahannya harga di sekitar US$3.900 pada kontrak berjangka bulan depan memberi kelegaan bagi investor bullish.

"Kini mulai tampak tanda pembeli kembali masuk dan tekanan koreksi tampak mendekati akhir," ujarnya dikutip Bloomberg, Rabu (29/10/2025).

Sementara itu, ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan FOMC

yang berakhir Rabu malam meningkatkan minat terhadap aset berisiko.

Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, namun kebijakan moneter longgar juga mengangkat pasar saham di tengah keyakinan bahwa raksasa teknologi akan mencatat kinerja melampaui perkiraan.

Lima perusahaan besar yang mewakili sekitar seperempat bobot indeks S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu dan Kamis.

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Harga Emas Antam Melorot Hari Ini, Kamis 30 Oktober 2025, Termurah Rp1,18 Juta
 
Komentar
 
Berita Terbaru