Meresahkan Warga, Pria Ini Ditangkap Usai Laporan Via WhatApp Kapolres Bengkalis
Bengkalis Laporan langsung masyarakat melalui aduan dan pesan WhatApp ke Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bengkalis AKBP Fahrian Saleh
News
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangan khusus bagi generasi muda, terutama Gen Z, soal pilihan investasi antara emas dan saham.
Menurutnya, sebelum masuk ke instrumen investasi berisiko, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menabung lebih dulu.
"[Pilih] nabung sama emas? Nabung dulu. Nanti kalau sudah banyak, baru pindah ke instrumen yang agak berisiko, mungkin saham atau reksa dana karena itu dikelola oleh orang-orang profesional," ujar Purbaya kepada Bloomberg Technoz, seperti dikutip Kamis (2/10/2025).
Baca Juga:
"Kalau perekonomiannya bagus harganya naik, kalau lagi jelek harganya turun. Sekarang Amerika lagi bagus, ya naik. Tapi kalau ekonomi dunia melambat, harga pasti turun, karena permintaan emas untuk kontak elektronik berkurang signifikan," jelasnya.
Sebagai catatan, pada Selasa (30/9/2025) harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 3.861,7 per troy ons, naik 0,74% dibandingkan hari sebelumnya. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.
- Dalam sepekan terakhir, harga emas naik 2,59% (point-to-point).
- Selama sebulan, kenaikannya mencapai 11,07%.
- Sepanjang 2025 (year-to-date), harga emas sudah melesat 47,15%.
Pentingnya Pemahaman Fundamental
Selain soal instrumen, Purbaya juga menekankan pentingnya pemahaman teori investasi bagi Gen Z agar tidak hanya ikut-ikutan tren. Ia mencontohkan sejumlah anak muda yang mampu mengelola keuangannya dengan baik hingga berhasil mengakumulasi kekayaan besar.
"Saya sudah lihat beberapa Gen Z yang berhasil. Uangnya banyak karena dia belajar betul teori yang diperlukan. Ada yang cash-nya sampai Rp50 miliar, dan bisa mengelola dana dalam jumlah besar," ungkapnya.
Pesan untuk Gen Z
Melalui pesannya, Menkeu Purbaya menekankan:
- Mulai dari menabung sebelum mencoba instrumen berisiko.
Baca Juga:- Emas bisa jadi pondasi investasi jangka panjang, namun tetap perlu memahami faktor global.
- Saham atau reksa dana dapat menjadi pilihan selanjutnya bagi yang sudah siap menanggung risiko.
- Belajar teori dan fundamental investasi penting agar tidak hanya ikut tren, tapi bisa meraih hasil nyata.
Bengkalis Laporan langsung masyarakat melalui aduan dan pesan WhatApp ke Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bengkalis AKBP Fahrian Saleh
News
Bengkalis Di tengah dinamika politik nasional dan tekanan fiskal yang masih membayangi daerah, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan
News
BENGKALIS Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bengkalis kembali menyoroti polemik penanganan lahan tam
News
BENGKALIS Kehadiran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau di Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat, Kabupa
News
Bengkalis Hendak melangsungkan pesta sabu yang telah direncanakan, tiga pria berinisial A (37), Y (48), dan S (47) ditangkap polisi. Merek
News
Bengkalis Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bengkalis, Iptu Hendro Wahyudi, turun langsung menyemprot dan merawat tanaman jagung bersa
News
Bengkalis Jajaran Polsek Bengkalis, Polres Bengkalis, terus menunjukkan komitmen nyata dalam menyukseskan program prioritas Pemerintah P
News
Bengkalis Anggota Kepolisian Sektor Bantan, menyambangi desadesa guna mensosialisasikan ketahanan pangan nasional. adsLangkah ini wujut
News
Bengkalis Kepolisian Sektor Bantan, Polres Bengkalis konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mendukung program ketahanan pang
News
Bengkalis Dalam rangka menindaklanjuti program pemerintah terkait ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Pambang Pesisir, Aipda Andi Lala
News
Bengkalis Kepolisian Sektor Bantan, Polres Bengkalis terus melakukan upaya dalam mewujudkan program ketahanan pangan di setiap desa.adsS
News
Bengkalis Kepolisian Resor Bengkalis melalui Polsek Bantan melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung di Desa Sukamaju, Kecamatan Bantan, Kab
News