Meresahkan Warga, Pria Ini Ditangkap Usai Laporan Via WhatApp Kapolres Bengkalis
Bengkalis Laporan langsung masyarakat melalui aduan dan pesan WhatApp ke Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bengkalis AKBP Fahrian Saleh
News
metrosatu.com- Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim (NAM) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019–2022.
Penetapan tersangka diumumkan setelah Nadiem tiga kali diperiksa sebagai saksi, termasuk pada Kamis (4/9/2025).
"Dari hasil pendalaman, keterangan saksi-saksi, dan alat bukti yang ada, pada sore ini hasil dari ekspose telah menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna.
Baca Juga:Direktur Penyidikan Jampidsus, Nurcahyo Jungkung Madyo, menyebut Nadiem melanggar sejumlah aturan, di antaranya:
Perpres Nomor 123 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik Tahun Anggaran 2021.
Perpres Nomor 16 Tahun 2018 yang diubah dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Peraturan LKPP Nomor 7 Tahun 2018 yang diubah dengan Peraturan LKPP Nomor 11 Tahun 2021 tentang Pedoman Perencanaan Barang/Jasa Pemerintah.
Kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan mencapai Rp1,98 triliun, meski jumlah final masih menunggu penghitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Perjalanan Hidup dan Karier Nadiem Makarim
Nadiem Makarim lahir di Singapura, 4 April 1984, sebagai anak ketiga dari pasangan Nono Anwar Makarim (pengacara dan aktivis) dan Atika Algadri.
Masa kecilnya dihabiskan di Indonesia hingga SMP, lalu melanjutkan SMA di Singapura. Setelah itu ia menempuh pendidikan tinggi di luar negeri:
S1: Brown University, Amerika Serikat, jurusan Hubungan Internasional.
Program pertukaran pelajar: London School of Economics and Political Science, Inggris.
S2: Harvard Business School, meraih gelar Master of Business Administration (MBA).
Setelah lulus, ia bekerja di McKinsey & Company Jakarta selama tiga tahun sebelum merintis dunia startup.
Gojek: Awal Popularitas
Tahun 2010, Nadiem mendirikan Gojek (PT Aplikasi Karya Anak Bangsa), aplikasi transportasi berbasis teknologi yang kemudian berkembang menjadi ekosistem super-app.
Idenya lahir dari pengalaman pribadi yang sering menggunakan jasa ojek harian, lalu dikombinasikan dengan teknologi aplikasi.
Kesuksesan Gojek melambungkan nama Nadiem sebagai salah satu pengusaha muda paling berpengaruh di Asia.
Menjadi Menteri Pendidikan
Popularitas dan rekam jejak inovasi membuat Presiden Joko Widodo menunjuk Nadiem sebagai Mendikbudristek pada Oktober 2019.
Salah satu kebijakan populernya adalah menghapus Ujian Nasional (UN) mulai 2020, yang diganti dengan Asesmen Nasional sebagai tolok ukur kualitas pendidikan.
Namun, di balik gebrakan tersebut, masa jabatannya kini tercoreng dengan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang disebut sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan.
Dari Menteri Inovatif ke Tersangka Korupsi
Kasus Chromebook menyeret Nadiem ke meja hijau setelah penyidik menemukan bukti dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proses perencanaan dan pengadaan.
Kini, sosok yang dulu dipandang sebagai simbol inovasi anak muda Indonesia harus menghadapi status baru: tersangka kasus korupsi dengan potensi kerugian negara hampir Rp2 triliun.
Biodata Nadiem Makarim
Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. adalah seorang pengusaha berkebangsaan Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo-K.H Ma'ruf Amin, yang dilantik pada 23 Oktober 2019.
Kelahiran: 4 Juli 1984 (usia 41 tahun), Singapura
Pendidikan: Sekolah Bisnis Universitas Harvard (2009–2011)·
Pasangan: Franka Franklin (menikah tahun 2014)
Orang tua: Nono Anwar Makarim, Atika Algadrie
Jabatan sebelumnya: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (2021–2024).
Organisasi didirikan: Gojek
Saudara kandung: Rayya Makarim.
Bengkalis Laporan langsung masyarakat melalui aduan dan pesan WhatApp ke Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bengkalis AKBP Fahrian Saleh
News
Bengkalis Di tengah dinamika politik nasional dan tekanan fiskal yang masih membayangi daerah, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan
News
BENGKALIS Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bengkalis kembali menyoroti polemik penanganan lahan tam
News
BENGKALIS Kehadiran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau di Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat, Kabupa
News
Bengkalis Hendak melangsungkan pesta sabu yang telah direncanakan, tiga pria berinisial A (37), Y (48), dan S (47) ditangkap polisi. Merek
News
Bengkalis Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bengkalis, Iptu Hendro Wahyudi, turun langsung menyemprot dan merawat tanaman jagung bersa
News
Bengkalis Jajaran Polsek Bengkalis, Polres Bengkalis, terus menunjukkan komitmen nyata dalam menyukseskan program prioritas Pemerintah P
News
Bengkalis Anggota Kepolisian Sektor Bantan, menyambangi desadesa guna mensosialisasikan ketahanan pangan nasional. adsLangkah ini wujut
News
Bengkalis Kepolisian Sektor Bantan, Polres Bengkalis konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mendukung program ketahanan pang
News
Bengkalis Dalam rangka menindaklanjuti program pemerintah terkait ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Pambang Pesisir, Aipda Andi Lala
News
Bengkalis Kepolisian Sektor Bantan, Polres Bengkalis terus melakukan upaya dalam mewujudkan program ketahanan pangan di setiap desa.adsS
News
Bengkalis Kepolisian Resor Bengkalis melalui Polsek Bantan melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung di Desa Sukamaju, Kecamatan Bantan, Kab
News