Rabu, 10 Juni 2026

Tips Aman Investasi Crypto: Kenali Fitur Price Protection dan Stop Order

Syauqi Ammar Mahmuda - Jumat, 22 Agustus 2025 17:00 WIB
Tips Aman Investasi Crypto: Kenali Fitur Price Protection dan Stop Order
net
Tips Aman Investasi Crypto: Kenali Fitur Price Protection dan Stop Order

Investasi aset kripto semakin populer di Indonesia. Potensi cuannya memang besar, tapi risikonya juga tinggi karena harga bisa berubah ekstrem hanya dalam hitungan detik.

Agar lebih aman, investor perlu memanfaatkan fitur perlindungan yang ditawarkan platform resmi. Salah satunya dari Pintu Futures, layanan trading derivatif di aplikasi Pintu yang sudah terdaftar di OJK. Mereka menghadirkan dua fitur khusus: Price Protection dan Stop Order.

1. Price Protection: Hindari Harga Loncat

Baca Juga:
Salah satu masalah terbesar dalam trading crypto adalah fenomena harga tiba-tiba melonjak atau anjlok (price spike). Hal ini bisa membuat order dieksekusi di harga jauh berbeda dari yang diinginkan.

Dengan Price Protection, trader dapat menentukan batas maksimal slippage (0,2%, 1%, atau 2,5%). Jika harga bergerak terlalu ekstrem, order otomatis dibatalkan. Fitur ini membantu mencegah kerugian mendadak akibat lonjakan harga yang tidak wajar.

2. Stop Order: Trading Otomatis Tanpa Pantau Chart

Tidak semua orang bisa memantau grafik crypto 24 jam. Stop Order hadir sebagai solusi dengan memicu order otomatis pada harga tertentu (trigger price).

Ada dua jenis:

- Stop Market → begitu harga menyentuh level yang ditentukan, order langsung dieksekusi di harga pasar.

- Stop Limit → order berubah jadi limit order dan hanya jalan di harga limit atau lebih baik.

Dengan fitur ini, trader bisa masuk atau keluar posisi tanpa harus terus menatap layar.

3. Edukasi & Regulasi Tetap Utama

Sebelum berinvestasi, pahami dulu dasar-dasar blockchain, jenis aset kripto, hingga risiko produk derivatif. Jangan asal ikut tren.

Selain itu, pastikan hanya menggunakan platform yang resmi dan diawasi regulator (OJK atau Bappebti). Ini penting agar dana Anda memiliki perlindungan hukum.

4. Manajemen Risiko Wajib

Jangan taruh semua modal di satu aset. Diversifikasi portofolio, manfaatkan strategi seperti Auto DCA, dan tentukan batas kerugian (cut loss).

Data terbaru Bursa Kripto CFX menunjukkan, transaksi derivatif crypto di Indonesia mencapai Rp33,54 triliun hanya dalam semester pertama 2025. Angka ini jadi bukti tingginya minat, sekaligus pengingat bahwa manajemen risiko adalah kunci.

Baca Juga:
"Tujuan fitur Price Protection dan Stop Order adalah melindungi trader dari eksekusi harga yang merugikan, sekaligus memberi kenyamanan saat trading di pasar yang volatile," kata Iskandar Mohammad, Head of Product Marketing PINTU.

Kesimpulan

Investasi crypto bukan hanya soal mengejar keuntungan. Dengan strategi tepat, memanfaatkan fitur keamanan, serta memahami risiko, investor bisa membangun portofolio lebih aman dan berkelanjutan.

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Mau Jadi Orang Kaya? Ikuti 5 Tips ala Bill Gates Berikut Ini, Nomor 3 Sangat Menantang!
Apa Hukum Trading Forex dan Crypto Menurut Fatwa MUI?
Daftar 15 Pinjaman Online Aman dan Terdaftar OJK, Cepat Cair & Bunga Rendah
Daftar 13 Aplikasi Trading Terpercaya yang Terdaftar di OJK
7 Aplikasi Trading Paling Aman untuk Pemula, Nomor 3 Bikin Trading Jadi Gampang Banget!
OJK Sumut Pantau Perbaikan Kinerja Sektor IKNB
 
Komentar
 
Berita Terbaru