Minggu, 24 Mei 2026

Geliat “Qur'an Call” di Konferensi Internasional Digitalisasi Pembelajaran Al-Qur'an Liga Muslim Dunia

Daffa Haidar Ansari - Selasa, 05 Agustus 2025 06:57 WIB
Geliat “Qur'an Call” di Konferensi Internasional Digitalisasi Pembelajaran Al-Qur'an Liga Muslim Dunia
ist
Geliat “Qur'an Call” di Konferensi Internasional Digitalisasi Pembelajaran Al-Qur'an Liga Muslim Dunia

Mekkah — Platform pembelajaran Al-Qur'an berbasis digital, Qur'an Call, menjadi sorotan dalam Konferensi Internasional Digitalisasi Lembaga Al-Qur'an yang digelar oleh Rabithah 'Alam al-Islamy (Liga Muslim Dunia) di Aula Markaz Liga Muslim Dunia, Mekkah, pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2025.

Konferensi ini menghadirkan perwakilan dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang diwakili oleh KH. Ahmad Jamil, PhD, Pembina Yayasan Daarul Qur'an Nusantara sekaligus Pimpinan Daarul Qur'an. Kehadiran Indonesia menegaskan kontribusi aktif bangsa dalam dakwah Al-Qur'an di era digital.

Platform Qur'an Call: Inovasi untuk Semua Kalangan

Dalam sesi presentasinya, KH. Ahmad Jamil memperkenalkan Qur'an Call, platform digital yang telah hadir sejak tahun 2010. Platform ini memfasilitasi pembelajaran Al-Qur'an secara daring bagi berbagai kalangan—dari pelajar, ibu rumah tangga, lansia, hingga para profesional yang memiliki keterbatasan waktu.

"Alhamdulillah, platform ini telah membantu puluhan ribu umat dalam belajar tahsin, menghafal, dan mentadabburi Al-Qur'an. Bahkan tersedia kelas dengan sanad yang bisa diakses fleksibel, dari mana saja dan kapan saja," ujar KH. Ahmad Jamil.

Qur'an Call dinilai menjadi salah satu bentuk adaptasi terbaik dakwah Al-Qur'an terhadap kemajuan teknologi, menjangkau umat yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan Al-Qur'an secara konvensional.

Tiga Agenda Besar untuk Dakwah Digital

Konferensi ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Syekh Dr. Mohammed Abdul Karim Al-Issa, yang menyampaikan harapannya agar pertemuan ini menjadi awal baru dalam transformasi digital pembelajaran Al-Qur'an.

Ada tiga agenda utama yang dibahas dalam konferensi ini:

- Koordinasi antar lembaga Al-Qur'an berbasis teknologi

- Peluncuran portal digital global untuk dakwah dan pembelajaran Qur'an

- Pembentukan forum digital internasional lembaga Al-Qur'an

"Saya merasa terhormat dengan pertemuan ini. Semoga Allah memberkahinya dan menjadikannya momentum besar dakwah Qur'an global. Rabithah ini dari umat Muslim untuk umat Muslim seluruh dunia," kata Syekh Al-Issa.

Terobosan Daarul Qur'an untuk Dakwah Digital

Selain Qur'an Call, KH. Ahmad Jamil juga memaparkan berbagai inisiatif digital dan program strategis Daarul Qur'an, antara lain:

- Pesantren Tahfizh & Sekolah Fullday

- Kampus dan Markaz I'dad Mu'allimil Qur'an wal Ijazah Bissanad

- Rumah Tahfizh dan Kampung Qur'an

- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Guru Al-Qur'an

- Program "Tuli Mengaji" untuk penyandang disabilitas yang kini tengah dikembangkan oleh Laznas PPPA Daarul Qur'an.

KH. Ahmad Jamil menekankan pentingnya konferensi ini sebagai forum kolaborasi dan sinergi global dalam pengembangan dakwah Qur'an.

"Dunia terus bergerak dan teknologi menjadi pusatnya. Umat Islam perlu bersatu untuk merancang roadmap dakwah Qur'an yang terintegrasi, adaptif, dan menjangkau semua kalangan," tegasnya.

Menuju Dakwah Al-Qur'an yang Modern dan Inklusif

Konferensi ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah dan pendidikan Al-Qur'an kini tengah memasuki babak baru: lebih modern, inklusif, dan terhubung lintas negara.

Melalui Qur'an Call dan berbagai inovasi lainnya, Daarul Qur'an menunjukkan bahwa dakwah tak lagi terbatas oleh ruang dan waktu—selama semangat menyebarkan Al-Qur'an tetap dijaga dan diperkuat oleh kolaborasi global. [rel]

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
 
Komentar
 
Berita Terbaru