Minggu, 24 Mei 2026

Bentrok Berdarah di PT SIS, Tokoh Pemuda Sakai: Cederai Martabat Negara

Administrator - Senin, 22 Desember 2025 22:25 WIB
Bentrok Berdarah di PT SIS, Tokoh Pemuda Sakai: Cederai Martabat Negara

BENGKALIS – Tokoh pemuda Suku Sakai, Andika, meluapkan kemarahan dan kekecewaannya atas bentrokan berdarah yang terjadi di areal perkebunan PT Sinar Inti Sawit (SIS), Kabupaten Bengkalis, Selasa (22/12/2025). Ia menilai peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan yang mencoreng wibawa negara dan melukai masyarakat adat.

Bentrokan yang berlangsung sejak siang hingga sore hari itu melibatkan pihak kerja sama operasi (KSO) PT Palma Agung Bertuah dengan karyawan PT SIS di lahan yang telah disita secara resmi oleh negara karena berada di kawasan hutan. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah korban mengalami luka berat, termasuk luka tusuk serius hingga kehilangan anggota tubuh.

"Darah tumpah di tanah yang sudah menjadi aset negara. Ini bukan sekadar bentrok, ini penghinaan terhadap hukum dan negara," tegas Andika dengan nada keras.

Baca Juga:

Sebagai tokoh pemuda Sakai, Andika menyebut bentrokan tersebut sebagai bentuk perlawanan terbuka terhadap negara. Ia menegaskan, kekerasan sebrutal itu tidak mungkin terjadi tanpa adanya komando atau arahan dari pihak tertentu.

"Jangan bodohi publik. Kekerasan seperti ini pasti terencana. Kami menduga kuat ada perintah dari pimpinan perusahaan," ujarnya.

Andika mendesak aparat penegak hukum, mulai dari Polda Riau hingga Polres Bengkalis, untuk bertindak tegas,g menangkap para pelaku di lapangan, serta mengungkap aktor intelektual di balik bentrokan berdarah tersebut.

Ia juga meminta Kejaksaan Tinggi Riau melakukan audit menyeluruh terhadap PT SIS yang diduga telah merugikan negara dan memicu konflik sosial di wilayah adat Sakai.

Tak hanya melalui jalur hukum, Andika mendorong Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) agar mengambil langkah adat terhadap pimpinan PT SIS yang dinilai telah mencederai ketenteraman dan kehormatan kampung adat.

"Kami tidak akan diam ketika kampung kami dijadikan arena kekerasan. Negara dan adat harus berdiri paling depan," pungkas Andika.

Editor
: Administrator
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Bocah Laki-Laki 9 Tahun di Rupat Jadi Korban Sodomi Pria Paruh Baya
Bocah Laki-Laki 9 Tahun di Rupat Jadi Korban Sodomi Pria Paruh Baya
Tampang Anggota Linmas Desa Sungai Alam dan Staf Kantor Desa Kuala Alam Diamankan Usai Tes Urine
Polres Bengkalis Kembali Gelar Tes Urine Dadakan. Kali Ini di Lingkungan Kecamatan Bengkalis
Pembunuhan Brutal Mengguncang Warga Berancah, Bantan Akhirnya Terungkap, Pelaku Ternyata Masih di Bawah Umur
Bengkalis Menjerit, BUMD Diduga Jadi Ladang Foya-Foya Anggaran
 
Komentar
 
Berita Terbaru