Jumat, 24 April 2026

Kabel Bawah Laut Bifrost Resmi Mendarat di Manado, Perkuat Konektivitas Digital Indonesia

Administrator - Kamis, 18 September 2025 13:44 WIB
Kabel Bawah Laut Bifrost Resmi Mendarat di Manado, Perkuat Konektivitas Digital Indonesia

metrosatu.com- Kabel bawah laut Bifrost resmi mendarat di Manado, Sulawesi Utara. Proyek internasional ini digarap oleh PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) bersama Meta dan Keppel, dengan titik pendaratan lain di Jakarta, Davao (Filipina), dan Guam.

Kabel sepanjang lebih dari 20.000 kilometer ini menghubungkan Singapura langsung ke Pantai Barat Amerika Utara. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas global, mempercepat akses internet, serta menjadi motor penting transformasi ekonomi digital Indonesia.

Proyek Strategis untuk Indonesia

Pendaratan Bifrost di Manado menjadi tonggak penting bagi pembangunan infrastruktur digital nasional. Kabel bawah laut ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas internet Indonesia hingga beberapa kali lipat, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai gerbang digital Asia-Pasifik.

Direktur Utama Telin, Budi Satria Dharma Purba, menegaskan:

"Pendaratan Bifrost di Manado merupakan bukti komitmen Telin menjadikan Indonesia sebagai digital hub regional. Infrastruktur ini akan membuka peluang besar, terutama bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan timur Indonesia."

Konektivitas yang lebih cepat dan stabil ini diharapkan mendukung sektor teknologi, pendidikan, layanan publik, hingga e-commerce yang tengah berkembang pesat.

Manfaat Ekonomi dan Sosial

Bifrost bukan sekadar proyek telekomunikasi, melainkan fondasi baru bagi pertumbuhan sosial-ekonomi. Infrastruktur ini akan menopang layanan cloud, pusat data, hingga ekosistem startup digital yang membutuhkan jaringan berkapasitas besar.

Perwakilan Meta Asia-Pacific menambahkan:

"Dengan meningkatnya kebutuhan bandwidth, Bifrost hadir untuk memastikan masyarakat Asia Tenggara menikmati layanan internet yang cepat, stabil, dan terjangkau."

Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pengguna individu, tetapi juga oleh bisnis lokal yang bisa meningkatkan efisiensi operasional, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Jembatan Digital Asia–Amerika

Sebagai kabel bawah laut pertama yang langsung menghubungkan Asia Tenggara dengan Amerika Utara, Bifrost menciptakan jalur data alternatif yang lebih efisien. Hal ini mengurangi ketergantungan pada jalur konvensional di Samudra Pasifik bagian utara serta memperkuat ketahanan jaringan internet nasional.

Dengan hadirnya Bifrost, Indonesia kini selangkah lebih dekat menuju ekonomi digital yang inklusif, kompetitif, dan terhubung secara global. Proyek ini bukan hanya menghubungkan dua benua, tetapi juga membuka peluang besar, terutama bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia.

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
 
Komentar
 
Berita Terbaru