Selasa, 21 April 2026

Heboh! Nampan Makan Bergizi Gratis Mengandung Minyak Babi, Begini Tanggapan Istana

Syauqi Ammar Mahmuda - Selasa, 26 Agustus 2025 20:04 WIB
Heboh! Nampan Makan Bergizi Gratis Mengandung Minyak Babi, Begini Tanggapan Istana
detikcom
Heboh! Nampan Makan Bergizi Gratis Mengandung Minyak Babi, Begini Tanggapan Istana

Isu mengejutkan soal nampan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengandung minyak babi bikin heboh publik.

Namun, Istana memastikan kabar tersebut tidak benar dan siap melakukan uji laboratorium untuk membuktikannya.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan, menegaskan bahwa hingga kini tidak ada bukti nampan MBG mengandung minyak babi.

Baca Juga:
Pemerintah bahkan membuka pintu selebar-lebarnya untuk dilakukan pengujian, baik oleh BPOM maupun laboratorium independen.

"Sejauh ini kita tidak menemukan. Kalau memang ada kekhawatiran soal itu, kita uji saja. Bisa diuji di BPOM," ujar Hasan di Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).

Ia menambahkan, publik diminta tidak mudah termakan isu sensitif semacam ini tanpa bukti valid.

Isu Berawal dari Investigasi Media

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) juga menanggapi isu dugaan nampan MBG yang diimpor dari wilayah Chaoshan, China, diduga menggunakan bahan berbahaya hingga mengandung minyak babi.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut pihaknya masih melakukan verifikasi. Menurutnya, selama ini BGN belum pernah melakukan pengadaan nampan MBG.

Isu ini mencuat setelah laporan investigasi Indonesia Business Post di Chaoshan, Guangdong, China. Media tersebut mengklaim menemukan 30–40 pabrik yang memproduksi ompreng untuk pasar global, termasuk yang diduga dipakai dalam program MBG Indonesia.

Dalam laporan itu disebutkan dugaan:

- Pemalsuan label "Made in Indonesia" dan logo SNI pada nampan impor dari China.

- Penggunaan material tipe 201 yang diduga mengandung mangan tinggi, berisiko bila dipakai untuk makanan asam.

- Indikasi adanya penggunaan minyak babi (lard) dalam proses produksi.

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Ngeri! Menkes Ungkap Bakteri dan Virus Penyebab Keracunan di Program MBG
Prabowo Alokasikan Rp 178,7 Triliun untuk Tunjangan Guru dan Dosen, P2G Soroti Anggaran MBG
 
Komentar
 
Berita Terbaru