Jumat, 17 April 2026

OpenAI Resmi Rilis GPT-5, Diklaim Punya Kecerdasan Setara ‘Level PhD’

Dao Ming - Jumat, 08 Agustus 2025 12:25 WIB
OpenAI Resmi Rilis GPT-5, Diklaim Punya Kecerdasan Setara ‘Level PhD’
net
OpenAI.
OpenAI resmi meluncurkan generasi terbaru chatbot fenomenalnya, GPT-5, yang diklaim memiliki kecerdasan setara lulusan doktor (PhD). Model terbaru ini disebut sebagai lompatan besar dibandingkan pendahulunya, dengan kemampuan yang lebih cerdas, cepat, dan bermanfaat.

CEO sekaligus salah satu pendiri OpenAI, Sam Altman, menyebut GPT-5 akan menjadi tonggak penting dalam sejarah teknologi AI.

"Saya rasa memiliki sesuatu seperti GPT-5 hampir tidak terbayangkan di masa mana pun dalam sejarah manusia," ujar Altman pada peluncuran, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga:
GPT-5 hadir di tengah persaingan sengit industri AI, di mana perusahaan teknologi berlomba menciptakan chatbot tercanggih.

Elon Musk, misalnya, sebelumnya mengklaim AI miliknya, Grok, memiliki kemampuan "lebih dari level PhD" dan disebut sebagai "AI terpintar di dunia."

Altman menegaskan GPT-5 akan lebih sedikit mengalami halusinasi (kesalahan menjawab atau mengarang fakta) dan lebih jujur dalam memberikan informasi.

Model ini juga dirancang menjadi asisten andal bagi para programmer, mengikuti tren pengembangan AI seperti Claude Code milik Anthropic.

Kemampuan Unggulan GPT-5

OpenAI menyebut GPT-5 mampu:

- Membuat perangkat lunak secara utuh.

- Menunjukkan proses berpikir, logika, dan kesimpulan yang jelas.

- Memberikan jawaban lebih akurat dan terasa lebih "manusiawi."

Altman membandingkan evolusi model AI OpenAI sebagai berikut:

"GPT-3 seperti berbicara dengan siswa SMA, GPT-4 seperti mahasiswa, dan GPT-5 ini untuk pertama kalinya terasa seperti berbicara dengan seorang ahli tingkat PhD di bidang apa pun."

Namun, tak semua pihak terkesan. Profesor Carissa Véliz dari Institute for Ethics in AI menilai peluncuran GPT-5 mungkin tak sedramatis yang dipasarkan.

Menurutnya, AI masih sebatas meniru penalaran manusia, bukan menggantikannya sepenuhnya.

"Ada kekhawatiran hype ini harus terus dijaga. Jika tidak, gelembungnya bisa pecah. Jadi, mungkin sebagian besar ini hanyalah marketing," ujarnya kepada BBC News.

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Apple Garap AI Buatan Sendiri, Siap Tantang ChatGPT dan Google Gemini
 
Komentar
 
Berita Terbaru