Sabtu, 18 April 2026

Institusi Berebut Bitcoin dan Ether, Era Kripto sebagai Aset Spekulatif Mulai Berakhir

Dao Ming - Minggu, 10 Agustus 2025 07:44 WIB
Institusi Berebut Bitcoin dan Ether, Era Kripto sebagai Aset Spekulatif Mulai Berakhir
net
Ilustrasi Bitcoin.

Institusi keuangan global semakin gencar mengakumulasi Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), tak hanya sebagai cadangan strategis, tetapi juga untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Langkah ini memperkuat pandangan bahwa kripto tidak lagi sekadar aset spekulatif.

Tahun 2025 menandai usia 15 tahun BTC yang kian lekat dengan julukan "emas digital", berkat reputasinya sebagai aset tahan inflasi. Sejumlah institusi mulai menempatkan BTC dalam portofolio diversifikasi, baik melalui pembelian langsung maupun lewat reksa dana ETF.

Salah satu langkah terbaru datang dari Harvard, yang menginvestasikan US$116 juta ke ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock. Selain Harvard, beberapa institusi besar pemegang BTC antara lain Strategy, MARA Holdings, Twenty One Capital, serta Tesla dan Trump Media.

Baca Juga:
ETH, yang baru merayakan ulang tahun ke-10 pada Juli 2025, juga menarik minat institusi setelah harganya kembali menembus US$4.000. Dikenal sebagai "minyak digital", ETH menjadi tulang punggung berbagai inovasi seperti Web3, DeFi, NFT, hingga tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

Dukungan Pemerintah AS

Presiden Donald Trump baru-baru ini mengesahkan aturan yang mengizinkan aset alternatif, termasuk kripto, untuk masuk dalam skema dana pensiun tipe 401(k). Dengan nilai pasar 401(k) yang mencapai US$8,7 triliun, kebijakan ini berpotensi mendorong adopsi institusional secara signifikan.

Gedung Putih menegaskan komitmen menjadikan AS sebagai "Ibu Kota Kripto Dunia", sekaligus mengakui peran aset digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan teknologi.

Bukti Nilai Nyata Kripto

Menurut Pintu Academy, adopsi masif institusi mematahkan stigma bahwa kripto tidak memiliki underlying asset atau hanya alat spekulasi. Contohnya:

- Bitcoin digunakan untuk pembayaran.

- Protokol DeFi seperti Aave dan Uniswap menyediakan layanan pinjaman, pertukaran, hingga asuransi.

- BlackRock meluncurkan BUIDL pada 2024, tokenisasi aset berbasis Ethereum yang berinvestasi pada deposito bank dan surat berharga AS, kini terintegrasi dengan blockchain seperti Solana, Polygon, dan Avalanche.

- Visa memperluas dukungan koin stabil ke Stellar dan Avalanche selain Ethereum dan Solana, untuk mempercepat pergerakan uang global.

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Altcoin Dinilai Punya Potensi Cuan Usai Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi
Bitcoin Cetak Rekor Baru Tembus Rp 1,99 Miliar, Didongkrak Kebijakan Trump dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Ekspansi Kripto PayPal: Pedagang AS Kini Bisa Terima Lebih dari 100 Mata Uang Kripto
 
Komentar
 
Berita Terbaru