Hati-hati, Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Uang Kertas

Wabah penyakit koronavirus 2019–2020 atau dikenal sebagai wabah COVID-19 adalah peristiwa wabah penyakit koronavirus 2019. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2

Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus influenza. Coronavirus menyebar melalui batuk dan bersin mereka yang terinfeksi. Penyebaran juga bisa terjadi lewat sentuhan tangan, wajah, atau bagian lain yang umum disentuh. Bahkan bukan tidak mungkin penyebaran juga bisa terjadi lewat uang kertas.

WHO (Badan Kesehatan Dunia) mengklaim bahwa uang kertas bisa jadi medium penyebaran COVID-19. Masyarakat diminta untuk kurangi penggunaan uang kertas untuk bertransaksi.

Juru bicara WHO mengatakan bahwa saat ini masyarakat sekarang harus mulai melakukan ‘cashless’.. Ini bertujuan untuk meminimalisir kontak langsung dengan uang kertas. Cara ini bisa menjadi upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

“Kita tahu bersama, uang kertas itu ‘berjalan’ antar orang dan di sana terkandung beberapa bakteri dan virus,” kata juru bicara WHO pada Telegraph.

Bahkan, siapapun yang baru saja memegang uang kertas, mereka harus segera mencuci tangannya dengan sabun. Sebab, virus corona bisa menetap di uang kertas dalam waktu dan kondisi tertentu.

“Kami pun meminta kepada masyarakat untuk mencuci tangan setelah memegang uang kertas,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak memegang wajah, mulut, hidung, atau bahkan memasukan tangan ke dalam mulut setelah memegang uang kertas. Ini merupakan salah satu cara virus bisa masuk ke dalam tubuh.

Uang Kertas

Di sisi lain, perlu dipahami kembali bahwa COVID-19 menular melalui droplet atau air liur pasien positif yang batuk atau bersin. Untuk meminimalisir risiko, usahakan selalu batuk dan bersin beretika agar tangan tetap bersih dan tidak membahayakan orang lain.

“Penyebaran utama itu melalui droplet. Liur ini datang dari batuk atau bersin dan bisa secara langsung menginfeksi orang yang terkena air liurnya. Nah, tangan yang kotor memegang uang dan ini menjadi cara penyebaran lainnya,” ungkap Prof. Jurgen Haas, kepala obat infeksi di Universitas Edinburgh.

Haas melanjutkan, virus korona COVID-19 dapat bertahan pada permukaan benda mati dalam waktu yang cukup lama, meskipun tidak ada yang tahu persis berapa lamanya.

“Masa hidup virus ini di udara terbuka atau di benda belum ada yang bisa memastikan berapa lamanya, karena ini virus baru. Tapi, semakin rendah suhunya, semakin lama ia bertahan hidup di benda. Jika suhunya hangat, virus bisa cepat mati,” tambah Haas. (MS-001)

sumber: okezone

Berita Terkait