Sejumlah Pelajar Madrasah di Rohil Disodomi Oknum Penjaga Sekolah

Sejumlah pelajar di salahsatu Yayasan Pendidikan di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi korban sodomi oleh Seorang Oknum penjaga sekolah berinisial SH (49). Kasus sodomi ini dilakukan beberapa kali oleh pelaku dengan tempat dan waktu yang berbeda.

Salahsatu korban bernama inisial YA (13) yang berstatus sebagai seorang pelajar Madrasah. Ibu Korban NI (35) tak terima dan melaporkan pelaku ke Mapolsek Bagan Sinembah.

Berdasarkan data yang dirangkum, kasus Sodomi tersebut dilakukan pada Bulan Juli 2019 lalu sekira pukul 09.30 wib tepatnya dirumah penjaga sekolah di komplek Yayasan.

Terbongkarnya kasus sodomi ini berawal adanya informasi dan pengakuan dari para korban kepada guru dan kepala sekolah.

Kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Panangian SH MSI melalui Kanit Reskrim Polsek Bagan Sinembah Iptu Nur Rahim Sik membenarkan adanya kasus pencabulan anak dibawah umur dengan cara sodomi.

“Benar, saat ini pelaku dan barang bukti sudah kita amankan guna proses lebih lanjut,” terang Kanit Nur Rahim.

Kanit Reskrim menerangkan kronologis dan pengungkapan kasus ini bermula pada hari Senin tanggal 17 Februari 2020 sekira pukul 10.00 wib.

Saat itu NI, ibu korban selaku pelapor ditelepon oleh pihak sekolah yang menyebutkan bahwa dirinya harus datang ke sekolah.

Kemudian NI datang kesekolah sekira pukul 11.00 Wib. Di sekolah, NI menerima penjelasan dari pihak sekolah yang menerangkan bahwa anaknya telah dicabuli oleh penjaga sekolah.

NI kemudian menanyakan kebenaran kabar tersebut kepada anaknya, dan diakui bahwa benar anaknya telah dicabuli oleh penjaga Sekolah tersebut dengan cara disodomi.

Lapor ke Mapolres

Tak terima anaknya menjadi korban pencabulan olwh oknum Penjaga Sekolah tersebut. Kemudian ibu korban berkoordinasi dengan pihak sekolah dan bersama saksi-saksi untuk selanjutnya melaporkannya kasus itu Polsek Bagan Sinembah.

Atas dasar laporan tersebut, Kapolsek Bagan Sinembah memperintahkan Kanit Reskrim untuk melakukan pelacakan keberadaan pelaku dan setelah menerima informasi bahwa pelaku SH berada di rumah adiknya di jalan Lintas Riau-Sumut KM.37 Balam.

Tak lama, pelaku SH ditangkat dan digelandang ke Mapolres. Setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan bahkan perbuatannya itu telah dilakukan kepada beberapa orang siswa laki-laki di sekolah tersebut.

“Saat ini pelaku masih kita proses guna dilakukan pengembangan. Dan pelaku akan kita kenakan pasal 81,82 UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak atau pasal 292 KUHPidana,” jelas Kanit. (MS-001)

sumber: datariau

Berita Terkait