Pasien Suspect Corona di Cianjur Meninggal

Ilustrasi Pasien Corona

Seorang pasien berinisial D (50) yang diduga terjangkit virus corona (Covid-19) di Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia. Pihak Dinas Kesehatan setempat masih menunggu hasil laboratorium dari Litbangkes untuk memastikan penyebab kematian pasien.

Pasien D tersebut meninggal dunia pada Selasa (3/3) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kepala Dinkes Jabar Berli Hamdani membenarkan kabar tersebut. Menurut Berli, Dinkes berkoordinasi dengan RSDH terkait penanganan pasien tersebut.

[irp]

“Untuk sementara belum bisa menyampaikan informasi. Kami masih melakukan semua langkah dan mempelajari situasi yang terjadi,” kata Berli melalui pesan singkat.

Berli menambahkan, hingga saat ini pihak rumah sakit belum bisa memastikan apakah pasien tersebut memang meninggal karena virus corona atau tidak. Namun pihak rumah sakit sudah mengambil sampel darah untuk uji laboratorium di Balitbangkes Kementerian Kesehatan terhadap pasien terduga corona tersebut.

“Sampel sudah diambil. Tapi belum ada hasil,” ucapnya.

[irp]

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasien tersebut diketahui tengah berkunjung ke rumah saudaranya.

Pasien tersebut juga sempat akan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Pihak RSDH dan Dinkes Cianjur sempat melakukan penanganan medis agar pasien membaik.

Akan tetapi, kondisi pasien terus mengalami penurunan hingga akhirnya meninggal subuh tadi.

Tanggapan PT Telkom

Telkom menanggapi karyawan Telkom yang meninggal dan diduga akibat Covid-19. Pihak perusahaan BUMN ini membenarkan jika karyawan tersebut meninggal Selasa pagi ini di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur.

Namun untuk penyebab meninggal akibat Corona, menurut pihak Telkom sedang diselidiki.

[irp]

“Adapun penyebab meninggalnya terkait dengan dugaan akibat infeksi virus Corona Covid-19, saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium,” kata VP Corporate Communications Telkom, Arif Prabowo dalam keterangannya, Selasa, 3 Maret 2020. (MS-001)

Berita Terkait