Ditemukan! Obat Virus Corona Covid19, Namanya Remdesivir

Upaya dalam menangani, mencegah dan mengobati wabah virus corona gencar dilakukan, terutama oleh negara China. Baru-baru ini China telah mengajukan permohonan paten baru pada obat eksperimental milik Gilead Sciences Inc. Ilmuwan meyakini obat ini mampu memerangi virus corona baru COVID-19, wabah yang telah merenggut ribuan nyawa.

Dilaporkan oleh Time.com, Rabu (4/2/2020), obat yang akan dipatenkan tersebut dinamakan remdesivir. Yaitu sejenis obat antivirus baru dalam kelas analog nukleotida.

[irp]

Langkah ini menandakan bahwa China memandang terapi Gilead sebagai salah satu kandidat paling menjanjikan untuk melawan virus corona.

Permohonan paten ini dapat memengaruhi kendali Gilead atas obat di Cina. Pada sisi lain, obat eksperimental milik Gilead ini tidak dilisensikan atau disetujui di mana pun di dunia.

Menurut laman daring resmi milik lembaga virologi yang bermarkas di Wuhan, permohonan paten ini dibuat pada 21 Januari 2020. Obat itu telah diujicobakan di China pada pasien virus corona. Hasilnya menunjukkan tanda-tanda awal yang sangat efektif.

[irp]

Para ilmuwan di sana telah menemukan Gilead’s remdesivir dan chloroquine (obat malaria berusia 80 tahun). Obat ini “sangat efektif” dalam studi laboratorium untuk menggagalkan virus coronavirus baru. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam sebuah makalah di jurnal Cell Research.

Namun para ilmuwan menyebut bahwa kemanjuran kedua obat itu pada manusia membutuhkan tes klinis lebih lanjut.

China mampu membuat chloroquine dan sekarang menginginkan akses ke remdesivir. Belum jelas kapan otoritas kekayaan intelektual Cina akan menyetujui aplikasi lembaga tersebut.

[irp]

Remdesivir sedang diuji dalam dua percobaan di China pada pasien dengan gejala patogen baru, dengan level sedang dan parah, kata Merdad Parsey, kepala petugas medis Gilead.

Obat eksperimental Gilead saat ini memasuki uji klinis di China pada pasien dengan virus corona. Perusahaan ini mengirimkan dosis yang cukup untuk mengobati 500 pasien dan meningkatkan pasokan jika uji klinis berhasil. (MS-001)

Berita Terkait