Konsumsi Labu Air Dapat Menurunkan Resiko Kanker

Tanaman Labu Air.

Jakarta – Pernahkah Anda mengonsumsi labu air? Bagaimana rasanya? Rasanya yang tawar membuat labu air tidak banyak digemari. Bahkan labu air yang telah dimasak biasanya memiliki rasa tawar atau menyerupai mentimun.

Padahal, sayuran ini sangat kaya akan nutrisi. Sehingga mengonsumsi labu air diyakini akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat tersebut?

Labu air merupakan buah dari tanaman rambat bernama ilmiah Lagenaria siceraria. Bentuknya lonjong dengan warna kulit hijau terang serta daging buah berwarna putih.

Ada beragam jenis nutrisi yang terkandung dalam labu air, diantara manfaat yang bisa diperoleh adalah sebagai berikut:

1. Mendapatkan beragam nutrisi

Konsumsi labu air turut memberikan tubuh Anda kalsium, fosfor, natrium, kalium, dan zat besi. Selain itu, labu air juga mengandung vitamin A, B1, B2, B3, serta C. Vitamin C pada 100 gram labu air bahkan sudah memenuhi 10 persen kebutuhan harian Anda.

Seratus gram labu air mengandung 3,8 gram karbohidrat, 0,6 gram protein, serta 0,2 gram lemak. Berkat kandungan airnya yang tinggi, sayuran ini hanya mengandung 19 kalori.

2. Mengendalikan gula darah

Menurut sebuah penelitian International Journal of Green Pharmacy, salahsatu manfaat labu air adalah menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini melibatkan sebanyak 50 orang berusia 40-60 tahun diminta meminum 200 mL sari labu air setiap pagi selama 90 hari.

Setelah rutin meminum sari labu air, gula darah puasa (GDP) rata-rata yang tadinya sebesar 87,5 mg/dL turun menjadi 84,1 mg/dL. Penurunan sebesar 3,9 persen ini menunjukkan bahwa labu air memiliki potensi yang baik bagi penderita diabetes.

3. Menurunkan kolesterol

Di penelitian lain, yaitu Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, labu air berpotensi menurunkan kolesterol. Para peneliti memberikan kepada beberapa ekor tikus larutan ekstrak labu air yang dicampur dengan sejumlah bahan.

Hasilnya, ekstrak labu air menunjukkan manfaat dalam menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan low-density lipoprotein (LDL). LDL adalah kolesterol jahat yang dapat memicu pembentukan plak pada pembuluh darah.

4. Membantu penyembuhan penyakit kulit

Senyawa antimikroba yang cukup kuat pada ekstrak daun labu air, biji, dan daging labu air telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi penyakit kulit.

Masih dalam penelitian yang sama, ekstrak labu air ampuh menangkal bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes. Kedua bakteri ini dapat memicu infeksi kulit yang ditandai dengan ruam, nyeri, kemerahan, dan rasa gatal.

5. Berpotensi menurunkan risiko kanker

Labu air memiliki manfaat dalam menurunkan risiko kanker berkat berbagai antioksidan di dalamnya. Sayuran ini sangat kaya akan quercetin dan anthraquinone. Keduanya memiliki sifat antiangiogenesis yang mampu mengontrol pertumbuhan kanker.

Antiangiogenesis dapatt menghambat pertumbuhan pembuluh darah sehingga jaringan kanker tidak dapat tumbuh dengan optimal. Selain itu, antioksidan dalam labu air juga berpotensi menghambat penyebaran kanker di dalam tubuh.

Guna memperoleh manfaat labu air yang beragam, Anda cukup menjadikan labu air sebagai salah satu pilihan sayuran yang dikonsumsi setiap hari. (MS-001)

sumber: hallosehat

Berita Terkait