Pahala Bersedekah Kepada Kucing Bisa Menuntun ke Pintu Syurga

internet
Pahala Bersedekah Kepada Kucing Bisa Menuntun ke Pintu Syurga

Bersedekah tidak harus memberikan harta yang banyak. Bersedekah juga tidak harus diberikan kepada orang tertentu. Sedekah boleh dilakukan oleh siapa saja, baik orang kaya maupun orang yang tidak kaya. Sedekah kepada kucing.

Jika sedekah hanya bagi kaum kaya raya, lalu apakah orang yang hidupnya biasa-biasa saja tidak boleh bersedekah?

Sedekah juga bisa dilakukan oleh orang yang hidupnya pas-pasan dan rezekinya sedikit.

Baca: OVO Angkat Mantan Gubernur BI Jadi Presiden Komisaris

Dalam Islam, ada sedekah yang paling mudah dilakukan yakni senyum. Senyuman ikhlas untuk tetangga, kerabat, kenalan dan bahkan orang yang sekedar melintas sekalipun.

Orang yang suka tersenyum termasuk orang yang ahli sedekah. Tentu senyuman yang dimaksud adalah tanpa maksud lain apalagi senyuman menggoda.

Sedekah lain yang mudah dilakukan adalah dengan memberi makan kucing. Kucing asing terkadang datang ke rumah untuk meminta makan. Ia tidak meminta makanan yang baru, makanan sisa pun ia terima.

Konon katanya kucing hanya mendatangi rumah-rumah tertentu. Sebagai hewan kucing ternyata bisa membedakan mana rumah yang layak dikunjungi dan mana yang tidak. Kucing mengerti mana manusia yang akan berbuat kasar padanya, mana yang tidak.

Baca: Mau Ganti HP? Inilah 10 Smartphone Rekomendasi Pedagang Ponsel

Karena sesungguhnya, pada sebagian harta kita, ada hak dari si kucing. Allah mengutus kucing untuk memberikan kesempatan bagi kita untuk bersedekah. Melalui si kucing, kita bisa menambah rezeki kita atas sedekah yang kita berikan.

Menariknya, bersedekah kepada kucing bisa menjadi amalan sedekah sembunyi-sembunyi yang bisa menuntun kita ke Surga. Kenapa? Karena jarang orang yang pamer sedekah dengan memberi tulang ikan kepada kucing.

Berikut ini, beberapa alasan yang bisa dijadikan pedoman untuk, kenapa bersedekah dengan kucing mendapatkan pahala yang luar biasa.

Kesayangan Rasulullah

Seperti yang kita ketahui bahwa kucing merupakan binatang yang amat disayang Rasulullah SAW.

Karena sayangnya, Rasulullah berpesan kepada para sahabatnya untuk bisa menyayangi kucing dan memeliharanya, sebagaimana mereka menyayangi keluarga mereka sendiri.

Dan bagi mereka yang menyakiti hewan berbulu tersebut, hukuman yang sangat serius juga menanti.

Ada sebuah kisah yang terdapat dalam sebuah hadist shahih Al-Bukhari, dimana seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan ia tidak pula melepaskan kucingnya untuk mencari makan sendiri.

Baca: Heboh Video Panas Mirip Gisel, Penyebar Pertama Ditangkap Polisi

Lantas, apa tanggapan Nabi perihal ini? Maka Nabi SAW pun menjelaskan bahwa siksa nerakalah yang menjadi hukuman untuk wanita ini. Naudzubillah.

Ketika Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah berbuat baik kepada binatang bagi kami ada pahalanya?”

Maka beliau menjawab dengan sabdanya,

“Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Baca: Menyayangi Kucing dalam Pandangan Islam

Menjadi Sahabat yang Baik

Kucing jika sekali diberi makan, ia akan terus datang menghampiri Anda. Bagi Anda yang tidak alergi dan tidak phobia kucing, bisa menjadikan hewan lucu itu sebagai teman.

Tahukah Anda jika kucing seringkali mengucapkan terimakasihnya kepada pemilik dengan membawa hadiah? Ya hadiah versi si kucing memang kadang tak sesuai dengan manusia sebab ia bisa membawa tikus mati, kadal bahkan ular ke dalam rumah.

Namun di sisi lain, ketika ada hewan yang masuk rumah maka kucing akan lebih dahulu mengetahuinya.

Ada sebuah cerita dari seorang pemilik kucing di Sumatera Utara. Ia sering memberi makan seekor kucing kuning belang hitam yang suka muncul sejak ia pindah ke rumah barunya. Karena kurang suka kucing, ia tidak memeliharanya namun hanya menyisihkan sedikit makanan untuknya.

Makanan yang diberikan bukan makanan mewah atau snack-snack kucing yang harganya bisa membeli sebatang lipstik. Melainkan cuma tulang ikan, tulang ayam atau kerupuk.

Si kucing yang diberi nama Hero itu pun akhirnya sering mampir dan menginap di teras belakang rumahnya. Rumah si pemilik ini berada di areal perkebunan jagung sehingga masih banyak hewan dan serangga liar di sana.

Suatu malam terdengar suara berisik dan seperti benda terbanting. Si pemilik rumah membuka pintu dan melihat Hero sedang bertarung melawan ular hijau yang lumayan besar.

Ular yang panjangnya sekitar tiga meter itu pun dengan liar mematuk-matuk Hero yang terus melawannya. Si pemilik hendak membantu tapi ular itu langsung kabur ke arah semak-semak.

Hari-hari berikutnya Hero makin waspada. Setiap ada hewan-hewan lain yang mampir ke rumah itu pasti dilawan dan diusir termasuk kadal, biawak, kalajengking dan lainnya.

Nah, kalau ada penjaga rumah seperti itu, tentu Anda tidak merasa rugi kan membagi makanan kepadanya.

Bayangkan saja kalau ular hijau itu sudah sampai masuk rumah dan menyapa si pemilik, bisa bahaya.

Jangan Kasar Sama Kucing

Bagi Anda yang suka kucing mungkin akan menjadikan mereka sahabat tapi tidak dengan yang benci kucing.

Ada beberapa orang yang tak suka kucing karena sering buang air besar sembarangan, buang air kecil juga di sebarang tempat.

Namun tak suka bukan berarti harus kasar dan melakukan kekerasan kepada hewan tersebut kan. Ingat, kucing meski kadang bandel juga makhluk hidup. Tenaga mereka jelas tak sebanding dengan Anda. Kalau Anda memukulnya sama saja Anda menyiksa kaum lemah.

Dan ingat, jikapun mereka mencuri makanan, itu hanya sebatas untuk mereka dan anak-anaknya makan, bukan seperti manusia mencuri untuk membeli mobil mewah.

Cukup usir dengan mengibaskan sapu lidi atau cipratkan air. Ia akan pergi menjauhi rumah Anda.

Berita Terkait