Jenis Alergi Pada Kulit: Gejala, Cara Mengatasi dan Cara Mencegah

admin | Sabtu, 22 Februari 2020 10:23

Alergi adalah reaksi abnormal dari sistem imun saat melawan zat asing. Pada dasarnya alergi tidak berbahaya bagi tubuh. Reaksi alergi bisa menyebabkan beragam gejala yang timbul. Saat alergi melanda, beberapa orang mengalami kesulitan bernapas, batuk, mata gatal berair, dan hidung beringus. Sebagian orang lainnya mengalami masalah pada kulit akibat alergi.

Masalah kulit yang timbul akibat alergi itu sendiri berbagai macam jenis. Setiap masalah umumnya dapat dipicu oleh hal-hal yang berbeda. Alergi pada kulit bisa kambuh akibat infeksi, paparan zat kimia, obat-obatan, reaksi makanan, atau bahkan debu. 

Beberapa masalah kulit yang ditimbulkan akibat reaksi alergi

Jenis alergi yang muncul pada setiap orang berbeda-beda, reaksi yang munul juga berbeda. Tetapi pada umumnya, gejala alergi akan memengaruhi kondisi kulit.

Gejala reaksi alergi ringan pada kulit biasanya berupa ruam kemerahan. Selain itu, alergi juga dapat memicu berbagai masalah pada kulit.

1. Dermatitis

Gejala dermatitis paling sering dipicu oleh reaksi alergi akibat obat, makanan, dan paparan zat iritan pada kulit. Risiko Anda memunculkan reaksi alergi berupa dermatitis juga dapat lebih tinggi jika memiliki riwayat eksim dan/atau asma dalam keluarga.

Peradangan yang membuat kulit memunculkan ruam merah yang terasa gatal dan bersisik. Selain itu, dermatitis juga dapat membuat kulit mengering. Bahkan pada kondisi yang serius, bisa membuat kulit melepuh, mengeluarkan cairan, dan mengelupas.

Dermatitis paling rentan muncul pada anak-anak. Kondisi ini dapat memengaruhi satu dari lima bayi yang memiliki alergi. Namun, dermatitis dapat membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

2. Dermatitis kontak (eksim alergi)

Gejala eksim sering dikaitkan dengan alergi makanan, rhinitis alergi, dan asma. Pemicu potensial lainnya termasuk bulu binatang, tungau debu, atau kontak dengan zat iritan seperti wol, parfum, sabun, lateks, atau nikel.

Eksim adalah kondisi kulit kronis yang biasanya dimulai pada masa bayi atau anak usia dini.

Selain karena alergen, eksim pada anak-anak juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri staph pada kulit.

Gejala eksim alergi secara umum sebagai berikut:

  • Gatal-gatal
  • Rasa terbakar, sakit, atau perih pada bagian kulit yang terdampak
  • Ruam-ruam kemerahan yang bisa terlihat lembap, kering, atau berkerak
  • Kulit terasa hangat atau panas, dan nyeri
  • Kulit kering kemerahan, dan kasar atau menebal
  • Benjolan merah pada kulit yang dapat bernanah atau berkerak

Jenis reaksi alergi ini juga dikenal sebagai alergi tertunda karena kadang butuh beberapa kali paparan sampai alergen menyebabkan reaksi.

3. Urtikaria (biduran)

Urtikaria alias biduran atau kaligata biasanya muncul akibat reaksi alergi terhadap makanan, tungau debu, gigitan serangga, suhu dingin, bulu hewan, atau lateks.

Biduran adalah gejala alergi yang paling khas muncul pada kulit. Biduran ditandai dengan kemunculan bentol-bentol merah yang menonjol dan terasa gatal.

Kondisi ini muncul ketika sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin ke aliran darah di bawah kulit. Histamin adalah zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel di dalam tubuh untuk memicu peradangan dan sensasi gatal.

Bentol biduran dapat meuncul terfokus pada satu bagian tubuh tertentu atau menyebar ke area yang lebih besar.

4. Angiodema

Mirip dengan Biduran, Angioedema adalah pembengkakan kulit yang disebabkan oleh reaksi alergi.

Bedanya, gejala biduran tampak jelas pada permukaan kulit. Angioedema menyebabkan pembengkakan di bawah lapisan kulit yang lebih dalam dan tidak memunculkan kemerahan atau gatal.

Pembengkakan akibat angioedema juga dapat memengaruhi jaringan mukosa. Angioedema sering terjadi pada kelopak mata, bibir, lidah, tangan dan kaki.

Angioedema disebut akut jika kondisinya hanya berlangsung singkat dalam beberapa menit hingga beberapa jam. Angioedema akut umumnya disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau makanan.

Bengkak akibat angioedema dapat disertai biduran atau tidak. Pada sebagian kasus, angioedema pada kulit akibat alergi dapat muncul sendiri tanpa disertai gatal.

Mengatasi dan mencegah reaksi alergi

Sejauh ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan alergi. Hanya bisa dilakukan tindakan pencegahan dan perawatan diri yang tepat agar dapat membantu Anda mengatasi gejala yang muncul .

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi gejala alergi pada kulit:

  • Hindari pemicu alergi Anda.
  • Jaga kelembapan kulit, dan hindari produk perawatan tubuh yang berbahan keras atau membuat kulit gampang kering.
  • Gunakan krim hidrokortison, obat oles, atau losion calamin untuk mengatasi iritasi dan gatal.
  • Minum obat antihistamin untuk mengobati gejala alergi yang kambuh.
  • Kompres dingin di area kulit yang gatal, atau berendam air dingin untuk menyejukkan kulit yang gatal.
  • Suntik epinefrin jika mengalami syok anafilaksis dan segera pergi ke unit gawat darurat.

Yang paling penting adalah mencari tahu apa penyebab alergi agar pengobatan dan pencegahannya menjadi lebih efektif. Untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat dan akurat, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis. (MS-001)

sumber: hellosehat

Berita Terkait